Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan
Nomer 02
Nama :
Istifah Rianar
NPM :
113080105
Kelas :
3.D (Semester enam)
Mata kuliah :
Akuntansi Pemerintah / Sektor Publik
Dosen :
M.Joharudin,M.Pd
Pertemuan ke-Enam ( 22 Maret 2016 )
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02
atauPSAP 02 adalah Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan
(PSAP) tentang Laporan Realisasi Anggaran Berbasis Kas. PSAP 02 terdapat dalam
lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010, yaitu Lampiran I.03 untuk
SAP Berbasis Akrual dan dalam lampiran II.03 untuk SAP Berbasis Kas Menuju penerimaan
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
A. RUANG LINGKUP
Penyajian
pendapatan, belanja, dan pembiayaan dengan basis kas.
Berlaku untuk setiap entitas pelaporan yang memperoleh alokasi APBN, tidak termasuk perusahaan negara Penyandingan realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan dengan anggarannya; Akuntansi Anggaran :
Berlaku untuk setiap entitas pelaporan yang memperoleh alokasi APBN, tidak termasuk perusahaan negara Penyandingan realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan dengan anggarannya; Akuntansi Anggaran :
- Belanja: appropriasi
- Pendapatan: estimasi.
B. PENGERTIAN
Laporan
Realisasi Anggaran (LRA) merupakan salah satu komponen laporan keuangan
pemerintah yang menyajikan informasi tentang realisasi dan anggaran entitas
pelaporan secara tersanding untuk suatu periode tertentu.
C. BASIS AKUNTANSI
“BASIS KAS”
- Pendapatan diakui pada saat diterima pada rekening Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah
- Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari rekening Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah
- Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima kas pada rekening Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah
- Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan kas dari rekening Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah
D. STRUKTUR LAPORAN REALISASI ANGGARAN
Laporan
Realisasi Anggaran menyajikan informasi realisasi disandingkan dgn anggaran
dalam 1 (satu) periode, meliputi: pendapatan, belanja, transfer,
surplus/defisit dan pembiayaan.
AKUNTANSI
ANGGARAN
- Akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan.
- Anggaran pendapatan disebut estimasi pendapatan yang dijabarkan menjadi alokasi estimasi pendapatan.
- Anggaran belanja disebut apropriasi yang dijabarkan menjadi otorisasi kredit anggaran (allotment).
- Anggaran pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan
1. DEFINISI PENDAPATAN
Semua
penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang menambah ekuitas dana lancar
dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan
tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.
AKUNTANSI PENDAPATAN
- Pendapatan diklasifikasikan menurut sumber dan jenis pendapatan
- Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran)
- Dalam hal BLU, pendapatan diakui dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. DEFINISI BELANJA
Semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah
yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan
yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.
AKUNTANSI BELANJA
- Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas umum Negara
- Pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanjanya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran yang disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.
- Belanja BLU diakui dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang mengatur BLU
- Pembayaran belanja dapat dilakukan secara langsung (LS) atau melalui dana kas kecil (Uang Persediaan) yang diberikan kepada para bendahara pengeluaran.
- Pada saat kas dibelanjakan oleh Bendahara Pengeluaran belum diakui sebagai belanja. Pada saat dipertanggungjawabkan (penerbitan SP2D GU/ GU NIHIL) baru diakui sebagai belanja.
KLASIFIKASI BELANJA PEMERINTAH
- Klasifikasi menurut ketentuan UU Bidang Keuangan Negara;
- Klasifikasi menurut PP 24/2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
KLASIFIKASI BELANJA MENURUT UU KN/PN
- ekonomi (jenis belanja)
- organisasi
- fungsi
SISTEM KLASIFIKASI BELANJA
Tujuan :
- Memberikan kerangka dasar dalam pengambilan keputusan
- Akuntabilitas
KLASIFIKASI MENURUT JENIS DAN OBYEK
Klasifikasi
menurut jenis dan obyek (Object – line item classification), sangat penting
untuk digunakan dalam pengendalian anggaran (budgetary control) dan untuk
monitoring anggaran.
3. SURPLUS/DEFISIT
Selisih lebih/kurang antara pendapatan dan belanja
selama satu periode pelaporan dicatat dalam pos Surplus/Defisit
4. PEMBIAYAAN
Setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau
pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan
maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah
terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran
AKUNTANSI PENERIMAAN PEMBIAYAAN
- Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara
- Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran)
AKUNTANSI PENGELUARAN PEMBIAYAAN
Pengeluaran
pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara
TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING
Transaksi
dalam mata uang asing dibukukan dalam mata uang rupiah dengan menjabarkan
jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs tengah bank sentral pada tanggal
transaksi
E. TRANSAKSI PENDAPATAN, BELANJA, DAN PEMBIAYAAN
BERBENTUK BARANG DAN JASA
- Transaksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam bentuk barang dan jasa harus dilaporkan dalam LRA dengan cara menaksir nilai barang dan jasa tersebut pada tanggal transaksi.
- Harus diungkapkan pada CaLK sehingga dapat memberikan semua informasi yang relevan mengenai bentuk dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang diterima.
- Contoh : barang rampasan dan jasa konsultansi
F. JURNAL DALAM AKUNTANSI PEMERINTAHAN
- Jurnal Pengesahan APBN
- Jurnal Otorisasi Kredit Anggaran/Alokasi Estimasi Pendapatan &Allotment
- Jurnal Realisasi Anggaran
- Jurnal Korolari
- Jurnal Penutup
G. JURNAL DALAM AKUNTANSI PEMERINTAHAN
- Jurnal untuk pengesahan anggaran dan otorisasi kredit anggaran, implementasinya disesuaikan dengan struktur entitas pelaporan dan kebutuhannya
- Misalnya pada Pemerintah Pusat, jurnal anggaran tersebut diperlukan karena merupakan gabungan dari entitas-entitas pelaporan, sehingga pada Central Accounting Officenya memerlukan Sistem Akuntansi Pusat
Tugas ke-4 :
Mencari
materi tentang :
1. Fungsi-fungsi
anggaran publik
2.
Prinsip-prinsip anggaran publik
3.
Sistem penganggaran publik
Jawaban:
1. Fungsi-fungsi anggaran publik
Anggaran sektor publik
memeiliki bebarapa fungsi uatama yaitu:
1. Anggaran
sebagai alat perencanaan
Dimana anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan
tindakan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah berapa biaya yang dibutuhkan
dan berapa hasil yang di peroleh dari belanja pemerintah tersebut fungsi
anggaran sebagai alat perencanaan,adalah:
-
Merumuskan tujuan serta sasaran
kebijakan agar sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan
-
Merencanakan berbagai program dan
kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi serta merencanakan alternatif sumber
pembiayaannya.
-
Mengalokasikan dana pada berbagai
program dan kegiatan yang disusun
-
Menentukan indikator kinerja dan tingkat
pencapaian strategi
2. Anggaran
sebagai alat pengendalian
Anggaran sektor publik sebagai alat pengendalian
menjelaskan bahwa anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan
pengeluaran pemerintah, agar pembelanjaan pemerintah dapat dipertanggung jawabkan
ke publik. Tanpa pengendalian suatu anggaran tidak dapat mengendalikan
pemborosan-pemborosan pengeluaran, bahkan cenderung berlebihan, dengan adanya
pengendalian dapat menghindari overstanding, understanding, adapaun
pengendalian anggaran dapat dilakukan dengan cara:
-
Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja
yang dianggarkan
-
Menghitung selisih anggaran
-
Menemukan penyebab yang dapat
dikendalikan atas suatu varians
-
Merevisi standar biaya atau target
anggaran untuk tahun berikutnya.
3. Anggaran
sebagai kebijakan fiskal
Dimana anggaran publik dapat digunakan sebagai alat
menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi
4. Anggaran
sebagai alat politik
Anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk
komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas penggunakan dana publik.
5. Anggaran
sebagai alat koordinasi dan komunikasi
Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar
bagian dalam pemerintahan, disamping itu berfungsi juga sebagai alat komunikasi
antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif.
6. Anggaran
sebagai alat penilaian
Kinerja eksekutif dinilai berdasarkan pencapaian
target anggaran dan efesiensi anggaran.
7.
Anggaran sebagai alat motivasi
Anggaran dapat sebagai alat motivasi untuk menejer,
dan stafnya agar bekerja secara ekonomi, efektif, dan efesiensi dalam mencapai
target dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
8. Anggaran
sebagai alat menciptakan ruang publik
Masyarakat, LSM, Perguruan tinggi, dan berbagai
organisasi, kemasyarakat harus terlibat dalam proses penganggaran publik.
2.
Prinsip-prinsip
anggaran publik
Prinsip-prinsip anggaran publik meliputi:
1. Otorisasi
oleh legislatif
Anggaran publik harus mendapatkan otorisasi dan
legislatif terlebih dahulu sebelum eksekutif dapat membelanjakan anggaran
tersebut.
2. Komperhensip
Anggaran harus menunjukan semua penerimaan dan
pengeluaran pemerintah,oleh karena itu adanya dana non budgeting pada dasarnya
menyalahi prinsip anggaran yang bersifat komperhensip
3. Kebutuhan
anggaran
Semua penerimaan dan belanja pemerintah harus
tersimpan dalam dana umum
4. Nondiscre
tionary apperopriation
Jumlah yang disetujui oleh dewan legislatif harus
dimanfaatkan secara ekonomis, efesien dan efektif.
5. Periodik
Anggaran merupakan suatu proses yang periodik dan
bersifat tahunan maupun multi tahunan.
6. Akurat
Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan
cadangan yang tersembunyi yang dijadikan sebagai kantong-kantong pemborosan dan
infesiensi anggaran serta dapat mengakibatkan munculnya understimate pendapatan
dan overstimate pengeluaran
7. Jelas
8. Diketahui
publik
3.
Sistem
penganggaran publik
Anggaran disusun dengan berbagai sistem-sistem yang
dioengaruhi oleh fikiran-fikiran yang melandasi pendekatan tersebut. Adapun
sistem-sistem dan penyusunan anggaran yang sering digunakan adalah
1. Tradisional
system
2. Performance
Budgeting system
3. Planning,
Programming budgeting system (PPBS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar