Sabtu, 19 Maret 2016

Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomer 01

Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomer 01
Nama : Istifah Rianar
NPM   : 113080105
Kelas. : 3.D (Semester enam)
Mata kuliah : Akuntansi Pemerintah / Sektor Publik
Dosen : M.Joharudin,M.Pd

Pertemuan ke-Lima ( 15 Maret 2016 )



Untuk memecahkan berbagai kebutuhan yang muncul dalam pelaporan keuangan, akuntansi dan audit di pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di Indonesia, diperlukan sebuah standar akuntansi pemerintah yang kredibel dan di bentuk oleh sebuah komite SAP.
Komite SAP adalah sebuah cerita seiring dengan perjalanan reformasi keuangan di Indonesia. Kebutuhan standard dan pembentukan komite penyusunannya mulai muncul ketika desakan untuk penerapan IPSS di Indonesia semakin kuat.
Hal ini diawali dengan pembentukan Kompartemen Akuntan Sektor Publik di IAI pada tanggal 8 Mei 2000. Salah satu programnya adalah penyusunan standar akuntansi keuangan untuk berbagai unit kerja pemerintahan. Keprihatinan akan situasi proses pelaporan keuangan sector public dijadikan satu-satunya alasan bagi peluncuran program pengembangan standar akuntansi. Dari proses tersebut dihasilkanlah Exposure Draft Standar Akuntansi Sektor Publik yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Sektor Publik-Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Publikasi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk segera bergerak cepat mengeluarkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005. Inilah untuk pertama kali Indonesia memiliki standar akuntansi pemerintahan sejak Indonesia merdeka. Terbitnya SAP ini juga mengukuhkan peran penting akuntansi dalam pelaporan keuangan di pemerintahan.Jadi dapat dikatakan Indonesia memasuki babak baru dalam pelaporan keuangan kegiatan pemerintah Indonesia.
Lahirnya Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) telah membuat perubahan hebat terhadap pola pengelolaan keuangan pemerintah di Indonesia. Standar tersebut dikukuhkan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis kas untuk pengakuan transaksi pendapatan, belanja dan pembiayaan, dan basis akrual untuk pengakuan asset, kewajiban dan ekuitas dana. Sekarang telah diganti dengan Peraturan Pemerintah No .71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang menggunakan basis kas, kas menuju akrual (cash towards accrual ) sampai basis akrual.


PEMBAHASAN

• SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan)
Definisi
Standar Akuntansi Pemerintahan(SAP) adalah prinsip-prinsip akuntansi  yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah yang terdiri atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Permerintah Daerah (LKPD). 
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan  (PSAP), yaitu: SAP yang diberi judul, nomor, dan tanggal efektif. Selain itu, SAP juga dilengkapi dengan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan.
Laporan keuangan Pemerintah untuk tujuan umum juga mempunyai kemampuan prediktif dan prospektif dalam hal memprediksi besarnya sumber daya yang dibutuhkan untuk operasi berkelanjutan, sumber daya yang dihasilkan dari operasi yang berkelanjutan serta resiko dan ketidak-pastian yang terkait.

Pengguna laporan keuangan pemerintah adalah:
Masyarakat.
Para wakil rakyat, lembaga pemeriksa dan lembaga pengawas.
Pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan    pinjaman.
Pemerintah.

Istilah-istilah dalam SAP
Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan dalam Pernyataan Standar dengan pengertian :
1.    Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan dilaksanakan pemerintah meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan yang diukur dalam satuan rupiah, yang disusun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu periode.

2.    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh DewanPerwakilan Rakyat Daerah.
3.    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
4.    Apropriasi merupakan anggaran yang disetujui DPR/DPRD yang merupakan mandat yang diberikan kepada Presiden/ gubernur/ bupati/ walikota untuk melakukan pengeluaran
5.    pengeluaran sesuai tujuan yang ditetapkan.
6.    Arus Kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas pada Bendahara Umum Negara/Daerah.
7.    Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi 1 masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
8.    Aset tak berwujud adalah aset non-keuangan yang dapat di identifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual.
9.    Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
10. Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
11. Basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
12. Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.
13. Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran.
14. Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.
15. Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan.
16. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggung-jawaban berupa laporan keuangan.
17. Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomik seperti bunga, dividen, dan royalti, atau manfaat sosial sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat
18. Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan.
19. Kas Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh Bendaharawan Umum Daerah untuk menampung seluruh penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah.
20. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendaharawan Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan dan pengeluaran pemerintah pusat.
21. Kebijakan akuntansi adalah prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi
22. konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
23. Kemitraan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan bersama dengan menggunakan aset dan atau hak usaha yang dimiliki.
24. Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah
25. Laporan keuangan konsolidasian adalah suatu laporan keuangan yang merupakan gabungan keseluruhan laporan keuangan entitas pelaporan sehingga tersaji sebagai satu entitas tunggal.
26. Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan diantara dua laporan keuangan tahunan.
27. Mata uang asing adalah mata uang selain mata uang pelaporan entitas.
28. Mata uang pelaporan adalah mata uang rupiah yang digunakan dalam menyajikan laporan keuangan.
29. Materialitas adalah suatu kondisi jika tidak tersajikannya atau salah saji suatu informasi akan mempengaruhi keputusan atau penilaian pengguna yang dibuat atas dasar laporan keuangan. Materialitas tergantung pada hakikat atau besarnya pos atau kesalahan yang dipertimbangkan dari keadaan khusus di mana kekurangan atau salah saji terjadi.
30. Nilai wajar adalah nilai tukar aset atau penyelesaian kewajiban antar pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar.
31. Otorisasi Kredit Anggaran (allotment) adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang menunjukkan bagian dari apropriasi yang disediakan bagi instansi dan digunakan untuk memperoleh uang dari Bendahara Umum Negara/Daerah guna membiayai pengeluaran-pengeluaran selama periode otorisasi tersebut.
32. Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik padatahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran.
33. Pendapatan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.
34. Penyusutan adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset.
35. Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang 1 atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
36. Piutang transfer adalah hak suatu entitas pelaporan untuk menerima pembayaran dari entitas pelaporan lain sebagai akibat peraturan perundang-undangan.
37. Rekening Kas Umum Negara adalah rekening tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara pada bank sentral.
38. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh gubernur/bupati/walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan.
39. Selisih kurs adalah selisih yang timbul karena penjabaran mata uang asing ke rupiah pada kurs yang berbeda.
40. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid yang siap dijabarkan menjadi kas serta bebas dari risiko perubahan nilai yang signifikan.
41. Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran (SiLPA/SiKPA) adalah selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan pengeluaran APBN/APBD selama satu periode pelaporan.
42. Surplus/defisit adalah selisih lebih/kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan.
43. Tanggal pelaporan adalah tanggal hari terakhir dari suatu periode pelaporan.
44. Transfer adalah penerimaan/pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil.
45. Utang transfer adalah kewajiban suatu entitas pelaporan untuk melakukan pembayaran kepada entitas lain sebagai akibat ketentuan perundang-undangan.

• Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan Pernyataan Standar ini adalah mengatur penyajian laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) dalam rangka meningkatkan perbandingan laporan keuangan baik terhadap anggaran, antar periode, maupun antar entitas. Laporan keuangan untuk tujuan umum adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan. Untuk mencapai tujuan tersebut, standar ini menetapkan seluruh pertimbangan dalam rangka penyajian laporan keuangan, pedoman struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan. 
Laporan keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan. Tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Secara spesifik, tujuan pelaporan keuangan pemerintah adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan Akuntabilitas entitas pelaporan 1 atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya, dengan :

Menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;
Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;
Menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi;
Menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya;
Menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya;
Menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan kegiatan pemerintahan;
Menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan entitas pelaporan dalam mendanai aktivitasnya.
Laporan keuangan untuk tujuan umum juga mempunyai peranan prediktif dan prospektif, menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi besarnya sumber daya yang dibutuhkan untuk operasi yang berkelanjutan, sumber daya yang dihasilkan dari operasi yang berkelanjutan, serta risiko dan ketidak-pastian yang terkait. Pelaporan keuangan juga menyajikan informasi bagi pengguna mengenai :

Indikasi apakah sumber daya telah diperoleh dan digunakan sesuai dengan anggaran; dan
Indikasi apakah sumber daya diperoleh dan digunakan sesuai dengan ketentuan, termasuk batas anggaran yang ditetapkan oleh DPR/DPRD.

Untuk memenuhi tujuan umum ini, laporan keuangan menyediakan informasi mengenai entitas pelaporan dalam hal :
aset
kewajiban
ekuitas dana
pendapatan
belanja
transfer
pembiayaan
arus kas
Informasi dalam laporan keuangan tersebut relevan untuk memenuhi tujuan laporan keuangan, namun tidak dapat sepenuhnya menuhi tujuan tersebut. Informasi tambahan, termasuk laporan non keuangan, dapat dilaporkan bersama-sama dengan laporan keuangan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas suatu entitas pelaporan selama satu periode.
Tanggung jawab penyusunan dan penyajian laporan keuangan berada pada pimpinan entitas.

Ruang Lingkup
Laporan keuangan untuk tujuan umum yang disusun dan disajikan dengan basis kas untuk pengakuan pos-pos pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan, serta basis akrual untuk pengakuan pos-pos aset, kewajiban, dan ekuitas dana.
Laporan keuangan untuk tujuan umum adalah laporan yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Yang dimaksud dengan pengguna adalah masyarakat, legislatif, lembaga pemeriksa/pengawas, pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan pinjaman, serta pemerintah. Laporan keuangan meliputi laporan keuangan yang disajikan terpisah atau bagian dari laporan keuangan yang disajikan dalam dokumen publik lainnya seperti laporan tahunan.
Pernyataan Standar ini berlaku untuk entitas pelaporan dalam menyusun laporan keuangan suatu entitas pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan laporan keuangan konsolidasian, tidak termasuk perusahaan negara/daerah.

Basis Akuntansi
Entitas pelaporan yang menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan basis akrual tetap menyajikan laporan Realisasi Anggaran berdasarkan basis kas.
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah ada 2 macam yaitu :

SAP Berbasis Kas
Basis Akuntansi yang digunakan dengan laporan keuangan pemerintah adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan asset, kewajiban dan ekuitas dalam Neraca.
Basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas di terima di Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan (PP No.71 tahun 2010).

SAP Berbasis Kas Menuju Akrual
Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) menyusun SAP berbasis akrual yang mecakup PSAP berbasis kas untuk pelaporan pelaksanaan anggaran   (budgetary reports), sebagaimana di cantumkan pada PSAP 2, dan PSAP berbasis akrual untuk pelaporan financial, yang pada PSAP 12 memfasilitasi pencatatan, pendapatan, dan beban dengan basis akrual.
Perbedaan mendasar SAP berbasis kas menuju akrual dengan SAP berbasis akrual terletak pada PSAP 12 menganai laporan operasional.Entitas melaporkan secara transparan besarnya sumber daya ekonomi yang didapatkan, dan besarnya beban yang di tanggung untuk menjalankan kegiatan pemerintahan. Surplus/deficit operasional merupakan penambah atau pengurang ekuitas/kekayaan bersih entitas pemerintahan bersangkutan (PP NO 71 Tahun 2010).
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah yaitu basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dana.
Entitas pelaporan diperkenankan untuk menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan dengan menggunakan sepenuhnya basis akrual, baik dalam pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan, maupun dalam pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dana.
Entitas pelaporan yang menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan basis akrual tetap menyajikan laporan Realisasi Anggaran berdasarkan basis kas.

Komponen-Komponen Laporan Keuangan

Komponen-komponen yang terdapat dalam suatu laporan keuangan pokok adalah:
1.    Laporan Realisasi Anggaran
2.    Neraca
3.    Laporan Arus Kas
4.    Catatan atas Laporan Keuangan.

Komponen-komponen yang terdapat dalam suatu laporan keuangan MenurutIPSAS (International Public Sector Accounting Standards) laporan keuangan akrual secara umum setidaknya terdiri dari :
Statement of Financial Position (Neraca)
Statement of Financial Performance (Laporan Kinerja Keuangan)
Statement of Changes In Net Assets/Equity (Laporan Perubahan dalam Aset Bersih/Ekuitas)
Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas)
Accounting Policies and Notes to The Financial Statements (Catatan atas Kebijakan Akuntansi dan Catatan atas Laporan Keuangan).

Komponen-komponen laporan keuangan tersebut disajikan oleh setiap entitas pelaporan, kecuali Laporan Arus Kas yang hanya disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.
Unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan adalah unit yang ditetapkan sebagai bendaharawan umum negara/daerah atau sebagai kuasa bendaharawan umum negara/daerah.
Laporan keuangan memberikan informasi tentang sumberdaya ekonomi dan kewajiban entitas pelaporan pada tanggal pelaporan dan arus sumber daya ekonomi selama periode berjalan. Informasi ini diperlukan pengguna untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan entitas pelaporan dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan di masa mendatang.
Kegiatan keuangan pemerintah dibatasi dengan anggaran dalam bentuk apropriasi atau otorisasi anggaran. Laporan keuangan menyediakan informasi mengenai apakah sumber daya ekonomi telah diperoleh dan digunakan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Laporan Realisasi Anggaran memuat anggaran dan realisasi.
Entitas pelaporan menyajikan informasi tambahan untuk membantu para pengguna dalam memperkirakan kinerja keuangan entitas dan pengelolaan aset, seperti halnya dalam pembuatan dan evaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya ekonomi. Informasi tambahan ini termasuk rincian mengenai output entitas dan outcomes dalam bentuk indikator kinerja keuangan, laporan kinerja keuangan, tinjauan program dan laporan lain mengenai pencapaian kinerja keuangan entitas selama periode pelaporan.
Di samping menyajikan laporan keuangan pokok, suatu entitas pelaporan diperkenankan menyajikan Laporan Kinerja Keuangan berbasis akrual dan Laporan Perubahan Ekuitas. Entitas pelaporan mengungkapkan informasi tentang ketaatan terhadap anggaran.

Struktur dan Isi
Pernyataan Standar ini mensyaratkan adanya pengungkapan tertentu pada lembar muka (on the face) laporan keuangan, mensyaratkan pengungkapan pos-pos lainnya dalam lembar muka laporan keuangan atau dalam catatan atas Laporan Keuangan, dan merekomendasikan format sebagai lampiran standar ini yang dapat diikuti oleh suatu entitas pelaporan sesuai dengan situasi masing-masing.
Pernyataan Standar ini menggunakan istilah pengungkapan dalam arti yang seluas-luasnya, meliputi pos-pos yang disajikan dalam setiap lembar muka laporan keuangan maupun dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Pengungkapan yang disyaratkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan lainnya disajikan sesuai dengan ketentuan dalam standar tersebut. Kecuali ada standar yang mengatur sebaliknya, pengungkapan yang demikian dibuat pada lembar muka laporan keuangan yang relevan atau dalam catatan atas Laporan Keuangan.

Identifikasi Laporan Keuangan
Laporan keuangan diidentifikasi dan dibedakan secara jelas dari informasi lainnya dalam dokumen terbitan yang sama.
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan hanya berlaku untuk laporan keuangan dan tidak untuk informasi lain yang disajikan dalam suatu laporan tahunan atau dokumen lainnya. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk dapat membedakan informasi yang disajikan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan dari informasi lain, namun bukan merupakan subyek yang diatur dalam Pernyataan Standar ini.
Setiap komponen laporan keuangan harus diidentifikasi secara jelas. Di samping itu, informasi berikut harus dikemukakan secara jelas dan diulang pada setiap halaman laporan bilamana perlu untuk memperoleh pemahaman yang memadai atas informasi yang disajikan :
Nama entitas pelaporan atau sarana identifikasi lainnya
Cakupan laporan keuangan, apakah satu entitas tunggal atau konsolidasian dari beberapa entitas pelaporan
Tanggal pelaporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan, yang sesuai dengan komponen-komponen laporan keuangan
Mata uang pelaporan
Tingkat ketepatan yang digunakan dalam penyajian angka-angka pada laporan keuangan.
Persyaratan dalam paragraf 26 dapat dipenuhi dengan penyajian judul dan judul kolom yang singkat pada setiap halaman laporan keuangan. Berbagai pertimbangan digunakan untuk pengaturan tentang penomoran halaman, referensi, dan susunan 1 lampiran sehingga dapat mempermudah pengguna dalam memahami laporan keuangan.
Laporan keuangan seringkali lebih mudah dimengerti bilamana informasi disajikan dalam ribuan atau jutaan rupiah. Penyajian demikian ini dapat diterima sepanjang tingkat ketepatan dalam penyajian angka-angka diungkapkan dan informasi yang relevan tidak hilang.
Periode Pelaporan
Laporan keuangan disajikan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Dalam situasi tertentu, tanggal laporan suatu entitas berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan dengan suatu periode yang lebih panjang atau lebih pendek dari satu tahun, entitas pelaporan mengungkapkan informasi berikut :

alasan penggunaan periode pelaporan tidak satu tahun
fakta bahwa jumlah-jumlah komparatif untuk laporan tertentu seperti arus kas dan catatan-catatan terkait tidak dapat diperbandingkan
Dalam situasi tertentu suatu entitas pelaporan harus mengubah tanggal pelaporannya, misalnya sehubungan dengan adanya perubahan tahun anggaran. Pengungkapan atas perubahan tanggal pelaporan adalah penting agar pengguna menyadari kalau jumlah-jumlah yang disajikan untuk periode sekarang dan jumlah-jumlah komparatif tidak dapat diperbandingkan. Contoh selanjutnya adalah dalam masa transisi dari akuntansi berbasis kas ke akrual, suatu entitas pelaporan mengubah tanggal pelaporan entitas-entitas akuntansi yang berada dalam entitas pelaporan untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Tepat Waktu
Kegunaan laporan keuangan berkurang bilamana laporan tidak tersedia bagi pengguna dalam suatu periode tertentu setelah tanggal pelaporan. Faktor-faktor yang dihadapi seperti kompleksitas operasi suatu entitas pelaporan bukan merupakan alasan yang cukup atas kegagalan pelaporan yang tepat waktu. Batas waktu penyampaian laporan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran.


BAB III
KESIMPULAN


Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) adalah prinsip-prinsip akuntansi  yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah yang terdiri atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Permerintah Daerah (LKPD). 
Laporan keuangan Pemerintah untuk tujuan umum juga mempunyai kemampuan prediktif dan prospektif dalam hal memprediksi besarnya sumber daya yang dibutuhkan untuk operasi berkelanjutan, sumber daya yang dihasilkan dari operasi yang berkelanjutan serta resiko dan ketidak-pastian yang terkait.
Pengguna laporan keuangan pemerintah adalah :
Masyarakat.
Para wakil rakyat, lembaga pemeriksa dan lembaga pengawas.
Pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan pinjaman.
Pemerintah.
Tujuan Pernyataan Standar ini adalah mengatur penyajian laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) dalam rangka meningkatkan perbandingan laporan keuangan baik terhadap anggaran, antar periode, maupun antar entitas. Laporan keuangan untuk tujuan umum adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan. Untuk mencapai tujuan tersebut, standar ini menetapkan seluruh pertimbangan dalam rangka penyajian laporan keuangan, pedoman struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan. 
Secara spesifik, tujuan pelaporan keuangan pemerintah adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan Akuntabilitas entitas pelaporan 1 atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya, dengan :
Menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah
Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah
Menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi
Menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya
Menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya
Menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan kegiatan pemerintahan
Menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan entitas pelaporan dalam mendanai aktivitasnya.
Laporan keuangan menyediakan informasi mengenai entitas pelaporan dalam hal :
aset
kewajiban
ekuitas dana
pendapatan
belanja
transfer
pembiayaan
arus kas.
Informasi dalam laporan keuangan tersebut relevan untuk memenuhi tujuan laporan keuangan, namun tidak dapat sepenuhnya memenuhi tujuan tersebut. Informasi tambahan, termasuk laporan non keuangan, dapat dilaporkan bersama-sama dengan laporan keuangan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas suatu entitas pelaporan selama satu periode.
Tanggung jawab penyusunan dan penyajian laporan keuangan berada pada pimpinan entitas.
Entitas pelaporan yang menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan basis akrual tetap menyajikan laporan Realisasi Anggaran berdasarkan basis kas.
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah ada 2 macam yaitu :
SAP Berbasis Kas
SAP Berbasis Kas Menuju Akrual
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah yaitu basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dana.
Entitas pelaporan diperkenankan untuk menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan dengan menggunakan sepenuhnya basis akrual, baik dalam pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan, maupun dalam pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dana.
Entitas pelaporan yang menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan basis akrual tetap menyajikan laporan Realisasi Anggaran berdasarkan basis kas.
Komponen-komponen yang terdapat dalam suatu laporan keuangan pokok adalah :
Laporan Realisasi Anggaran
Neraca
Laporan Arus Kas
Catatan atas Laporan Keuangan.
Sruktur dan Isi dari laporan keuangan  :
Identifikasi Laporan Keuangan
Periode Pelaporan
Tepat Waktu


DAFTAR PUSTAKA


Doddi Nordiawan & Ayuningtyas Hertianti;  Akuntansi Sektor Publik: Ed.2, Penerbit Salemba 4.
https://tedirustendi32.files.wordpress.com/.../7- Penyajian Laporan Keuangan PSAP Pengertian Sistem Akuntansi Pemerintahan. [online] Tersedia
http://ilmumanajemen.com/index.php?option=com_content&view=article&id=135:sap&catid=47:mnpemr&Itemid=29
Siregar, Baldric dan Siregar Bonni. (2001). Akuntansi Pemerintahan dengan Sistem Dana. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.
Psap No. 01: Penyajian Laporan Keuangan Ksap.
www.ksap.org/Slide_PSAP_17042007

Jumat, 11 Maret 2016

Akuntansi Pemerintah / Sektor Publik



Materi Akuntansi Pemerintah / Sektor Publik
(Tulisan ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Pemerintah / Sektor Publik)

Nama               : Istifah Rianar
NPM               : 113080105
Kelas               : 3. D (Semester 6)
Mata Kuliah     : Akuntansi Pemerintah / Sektor Publik
Prodi               : Pendidikan Ekonomi
Dosen              : M. Joharudin, M.Pd.


Materi Pertama (16 Februari 2016)
SAP
1.      Karakteristik dan lingkungan sektor publik
2.      Akuntansi manajemen sektor publik
3.      Sistem pengendalian manajemen sektor publik
4.      Penganggaran sektor publik
5.      Teknik akuntansi keuangan
6.      Laporan keuangan sektor publik
7.      Sistem Akuntansi Pemerintah pusat
8.      Otonomi daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah
9.      Akuntansi keuangan daerah sebagai bagian dari manajemen keuangan daerah
10.  Akuntansi keuangan daerah
11.  Akuntansi dalam rekening-rekening APBD dan laporan keungan 2


Pembahasan Materi:

§    Karakteristik dan lingkungan sektor publik
Merupakan suatu entisitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha yang berkaitan dengan sektor umum. Didalam sektor publik sendiri terdiri dari badan legislatif, eksekutif, yudikatif sebagai berikut :
1.    Legislatif (terdiri dari DPR, DPRDP, DPRD K/K)
Badan legislatif ini memiliki tugas untuk menampung anspirasi masyarakat (Reses), serta memiliki beberapa hak diantaranya:
-          Hak Legislasi
Dimana badan legislatif memiliki hak dalam pembuatan aturan ataupun produk hukum seperti UU APBN, Perda, APBD (P/K).
-          Hak budget
Yaitu hak dalam mengelola sumber dana dari negara, yang dapat dikelola oleh panitia anggaran.
-          Hak Kontrol
Yaitu hak dalam mengatur segala sistem yang berguna dalam menjalankan tugas sebagi badan legislatif.

2.    Eksekutif
Dimana dalam badan eksekutif memiliki team anggaran yang dikelola oleh SEKDA untuk mengelola keuangan yang memiliki keterkaitan dengan BAPEDA yang menyelenggarakan musrenbang ( musyawarah rencana pembangunan ) yang akan mengeluarkan RAPBD setelah di ACC Gubenur untuk mendapatkan PERDA.

3.    Yudikatif
Yang didalamnya terdapat beberapa pihak diantaranya MA, Komisi Yudisial, Kejaksaan Agung, KPK, POLRI

·                Tugas pertama : Mencari APBD Kabupaten Cirebon ( Selesai )

Materi Kedua (23 Februari 2016 )
§    Akuntansi Sektor Publik
Merupakan mekanisme teknik dan analis akuntansi yang biasanya diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan di departemen dibawahnya, Seperti yang dilakukan pada pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerja sama baik dalam sektor publik maupun swasta, dimana adanya kebijakan pengelolaan dana dari pusat untuk dikelola dengan tujuan memajukan daerah yang menjadi objek pembangunan.

§    Tujuan dari Sektor Publik
1.      Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efesien dan ekonomis atas alokasi suatu sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini berkaitan dengan pengendalian manajamen.
2.      Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab secara tepat dan efektif dengan program dan penggunaan sumberdaya yang menjadi wewenangnya dan memungkinkan bagi pegawai pemerintah untuk melaporkan kepada publik atas hasil oprasi pemerintah dan penggunaan dana publik. Tujuan ini tidak bisa dilepaskan dengan akuntabilitas publik.
Dari kedua tujuan tersebut, jelas dapat disimpulkan bahwa sektor publik dalam menjalankan tugasnya bukan dengan tujuan mencari keuntungan, tetapi melainkan untuk melayani masyarakat.

§    Akuntabilitas Publik
Yaitu kewajiban pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggung jawaban menyajikan dan melaporkan data, didalam akuntabilitas terdapat 2 macam akuntabilitas publik diantaranya:


1.      Akuntabilitas Vertical
Yaitu kewajiban pemegang amanah untuk memberikan pertanggung-jawaban kepada pihak yang lebih tinggi atau dengan kata lain memberikan pertanggungjawaban kepada atasannya.
2.      Akuntabilitas Horizontal
Yaitu kewajiban pemegang amanah untuk memberikan pertanggung-jawaban kepada masyarakat umum dengan kata lain pertanggungjawaban tersebut ditujukan untuk memberikan informasi kepada publik/ masyarakat umum.

§    Dimensi Akuntabilitas Publik
1.      Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas umum
2.      Akuntabilitas proses
3.      Akuntabilitas program
4.      Akuntabilitas kebijakan

§    Privatisasi
Yaitu aset pemerintah sebagian besar dipegang oleh pihak swasta.


Pertemuan ketiga (30 Februari 2016)
§    Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi
Yaitu sebagai cara organisasi menetapkan tujuan dan sasaran organisasi, yang meliputi aktivitas yang sifatnya strategik, taktis dan melibatkan aspek profesional,dan aspek politik dimana perencanaan menjadi hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan perusahaan, seperti yang dilakukan dalam perencanaan organisasi dengan membuat anggaran dalam setiap tanggungjawabnya di sektor publik sehingga dengan adanya perencanaan anggaran tersebut untuk menjalankan tugas disektor publik dapat berjalan sesuai dengan tujuan sektor publik yaitu untuk mensejahterahkan masyarakat.
§    Akuntansi Sebagai Alat Pengendalian Organisasi
Adanya akuntansi sebagai alat pengendalian organisasi ialah untuk menjamin bahwa staregi dapat mencapai tujuan organisasi yang dijalankan secara ekonomis, efesien dan efektif, karena itu perlu adanya pengendalian yang efektif dalam menjalankannya. Pola pengendalian organisasi berbeda-beda tergantung pada jenis dan karakteristik organisasi.
Akuntansi publik dalam menetapkan tujuan harus sesuai dengan tujuan organisasinya secara transparan, serta dalam menjalankannya bisa sesuai dengan proporsinya, hal tersebut biasanya kita kenal dengan keputusan politik untuk menentukan alokasi anggaran secara tepat.

§    Proses Perencanaan dan Pengendalian Manajerial Sektor Publik
Dalam proses perencanaan dan pengendalian manajerial sektor publik keduanya harus dipertimbangkan secara bersama-sama agar dari kedua proses perencanaan dan pengendalian tersebut terdapat tindak lanjut (follow up), hal tersebut berguna untuk mengidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapai atau tidak sehingga dalam pelaksanaannya terdapat pembanding antara target dan rencana.

§    5 Tahapan Perencanaan dan Pengendalian Pada Organisasi Sektor Publik
Jones dan pendlebury membagi proses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima yaitu :
1.      Perencanaan tujuan dan susunan dasar
2.      Perencanaan oprasional
3.      Penganggaran
4.      Pengendalian dan pengukuran
5.      Pelaporan analisis dan umpan balik

Dalam lima tahapan itu mengambarkan adanya anggaran pembangunan, yang selanjutnya dilakukannya revisi perencanaan operasional untuk melihat dan mengevaluasi tugas yang diberikan, yang akan melibatkan bebarapa pihak diantaranya inspektora yaitu lembaga persatuan internal, dan BPK yang bertugas untuk mengevaluasi pelaksanaan melalui laporan yang diserahkan pada BPK tersebut.

§    Peran Manajemen Sektor Publik
Peran manajemen sektor publik ialah untuk memberikan informasi yang relevan dan handal, kepada manajer untuk menjalankan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi sebagai inti akuntansi pemerintah, peran tersebut diantaranya:
1.      Perencanaan strategik
2.      Pemberian informasi biaya
3.      Penganggaran
4.      Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (changing for service)
5.      Penilaian kinerja

Pertemuan ke-empat (8 Februari 2016)
·                Tugas kedua :
1.      Tugas kelompok: membuat makalah dengan bahan makalah sebagai berikut:
1.      PP-71 Tahun 2010, sebagai acuan pembuatan makalah
2.      Materi makalah yang dibahas:
-          PSAP 01 akrual 10102014
-          PSAP 02 akrual 10102014
-          PSAP 03 akrual 10102014
-          PSAP 04 akrual 10102014
-          PSAP 05 akrual 10102014
-          PSAP 06 akrual 10102014
-          PSAP 07 akrual 10102014
-          PSAP 08 akrual 10102014
-          PSAP 09 akrual 10102014
-          Simulasi contoh jurnal SAP akrual
3.      Kemudian makalah tersebut di posting ke blog oleh masing masing anggota kelompok.
2.      Tugas Individu
Membuat blog, dengan isi materi kuliah dengan menyertakan Unswagati Cirebon, dan mengirim alamat blog (link) ke e-mail mjoharudin@gmail.com, tugas di kirimkan dimulai minggu depan dan paling lambat Sebelum UAS.

Pembahasan Materi:
Ø   Komparasi atau Perbandingan Akuntansi Publik dengan Akuntansi Bisnis
1.      Perkembangan pemikiran akuntansi publik dengan akuntansi bisnis
Menjelaskan bahwa akuntansi bisnis lebih maju dibandingkan dengan akuntansi publik, baik dari konsep, strategi atau dari hal lainnya. Dari perkembangan akuntansi tersebut memiliki resiko masing-masing yang harus dihadapi seperti resiko anggaran yang dilakukan sektor publik maupun dari sektor bisnis.
Perubahan ekonomi saat ini yang telah menghadapi MEA, telah membuktikan fakta bahwa perkembangan akuntansi di negara Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara lainnya.
Didalam perbandingan akuntansi publik dengan akuntansi bisnis seperti adanya acrual bisnis yang dijadikan acuan dalam mengetahui asset yang dimiliki sebagi perkembangan metode akuntansi bisnis, dan perkembangan akuntansi sektor publik yang telah dipelajari secara terpisah. Pada intinya kedua perbandingan tesebut memiliki tujuan agar memiliki Gord & right goverments atau tata pemerintahan yang baik.

2.      Tujuan Akuntansi Sektor Publik VS Bisnis
-       Sektor publlik
Memiliki inti masalah untuk mengetahui bagaimana cara memaksimalisasi pelayanan sektor publik dan memaksimalisasi organisasi.
-       Sektor bisnis
Memiliki inti masalah dalam hal bagaimana cara memaksimalisasi keuntungan yang didapatkan bagi sektor bisnis, dan memaksimalisasi organisasinya.
Dari tujuan diatas dapat disimpulkan perbedaan orientasi pemerintah dengan bisnis, dimana sektor publik diharapkan lebih detail, efektif dan efesien dalam mengalokasikan anggarannya, sehingga dalam tolak ukur kesuksesan sektor publik dilihat dari besaran anggaran dan penyerapan anggaran.

3.      Asumsi-Asumsi Sektor Publik dan Akuntansi Bisnis
1.      Keuntungan atau manfaat
-       Sektor publik, memiliki manfaat dalam memenuhi pelayanan publik.
-       Sektor bisnis, memiliki manfaat dengan berfokus pada laba dari bisnis yang dijalankan.
2.      Dampak perkembangan akuntansi
3.      Organisasi mengelola anggaran dalam lingkup besar (Dinas pendidikan, rumah sakit milik pemerinta) dan kecil
4.      Perbedaan sektor publik dan Bisnis(swasta)
1.      Tujuan antara sektor publik dan bisnis(swasta) yang berbeda
2.      Pelaporan pada sektor publik digunakan untuk pemakai laporan dalam mengambil keputusan ekonomi atau akuntabilitas, sedangkan pelaporan sektor bisnis (swasta) menyediakan informasi untuk mengetahui posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi sejumlah pihak.
3.      Dalam sektor publik lebih mengutamakan keandalan (realibility), sedangkan dalam sektor bisnis (swasta) memiliki karakteristik kualitatif informasi yang mempunyai nilai manfaat lebih mengutamakan relevansi.
4.      Pemakai utama laporan keuangan
1.      Sektor bisnis: investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok, kreditor, pelanggan.
2.      Sektor publik: masyarakat, para wakil rakyat dan lembaga pengawas dan pengendalian/ pemeriksa, pihak yang berpesan dalam proses donasi, investasi dan pinjaman serta pemerintah.
3.      Pihak pengawas intern : BPK, inspektorat, Bawasda.
5.      Jenis laporan keuangan
1.      Sektor bisnis: Neraca, Laporan laba-rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal
2.      Sektor publik: realiasasi anggaran dll.
6.      Jenis akun neraca
1.      Sektor bisnis: aktiva, utang + modal
2.      Sektor publik: asset, kewajiban, ekuitas (EDL, EDI, EDC)
7.      Pengakuan
1.      Sektor bisnis: pos yang memenuhi definisi suatu unsur harus diakui bahwa manfaat ekonomi berkaitan dengan pos.
2.      Sektor publik: menggunakan beasis kas untuk pengakuan pendapatan dan realisasi anggaran
8.      Standar penyusunan laporan keungan
1.      Sektor bisnis: standar akuntansi keuangan
2.      Sektor publik: PP 24 Tahun 2006, dan standar akuntansi pemerintah peraturan perundang-undangan lain.
9.      Proses Penganggaran
1.      Sektor bisnis: proses dan format penyusunan anggaran merupakan proses internal manajemen perusahaan dan tidak diatur dalam standar akuntansi.
2.      Sektor publik: diatur oleh perundang-undangan,anggaran merupakan produk hukum.