Materi Akuntansi Pemerintah /
Sektor Publik
(Tulisan ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Pemerintah / Sektor Publik)
Nama : Istifah Rianar
NPM : 113080105
Kelas : 3. D (Semester 6)
Mata
Kuliah : Akuntansi Pemerintah / Sektor Publik
Prodi : Pendidikan Ekonomi
Dosen : M. Joharudin, M.Pd.
Materi Pertama (16 Februari 2016)
SAP
1. Karakteristik
dan lingkungan sektor publik
2. Akuntansi
manajemen sektor publik
3. Sistem
pengendalian manajemen sektor publik
4. Penganggaran
sektor publik
5. Teknik
akuntansi keuangan
6. Laporan
keuangan sektor publik
7. Sistem
Akuntansi Pemerintah pusat
8. Otonomi
daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah
9. Akuntansi
keuangan daerah sebagai bagian dari manajemen keuangan daerah
10. Akuntansi
keuangan daerah
11. Akuntansi
dalam rekening-rekening APBD dan laporan keungan 2
Pembahasan
Materi:
§ Karakteristik dan lingkungan sektor
publik
Merupakan
suatu entisitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha yang
berkaitan dengan sektor umum. Didalam sektor publik sendiri terdiri dari badan
legislatif, eksekutif, yudikatif sebagai berikut :
1.
Legislatif
(terdiri dari DPR, DPRDP, DPRD K/K)
Badan legislatif ini
memiliki tugas untuk menampung anspirasi masyarakat (Reses), serta memiliki
beberapa hak diantaranya:
-
Hak Legislasi
Dimana badan legislatif
memiliki hak dalam pembuatan aturan ataupun produk hukum seperti UU APBN,
Perda, APBD (P/K).
-
Hak budget
Yaitu hak dalam
mengelola sumber dana dari negara, yang dapat dikelola oleh panitia anggaran.
-
Hak Kontrol
Yaitu hak dalam
mengatur segala sistem yang berguna dalam menjalankan tugas sebagi badan
legislatif.
2.
Eksekutif
Dimana dalam badan
eksekutif memiliki team anggaran yang dikelola oleh SEKDA untuk mengelola
keuangan yang memiliki keterkaitan dengan BAPEDA yang menyelenggarakan
musrenbang ( musyawarah rencana pembangunan ) yang akan mengeluarkan RAPBD
setelah di ACC Gubenur untuk mendapatkan PERDA.
3.
Yudikatif
Yang didalamnya
terdapat beberapa pihak diantaranya MA, Komisi Yudisial, Kejaksaan Agung, KPK,
POLRI
·
Tugas pertama : Mencari APBD Kabupaten
Cirebon ( Selesai )
Materi Kedua (23 Februari 2016 )
§ Akuntansi Sektor Publik
Merupakan mekanisme
teknik dan analis akuntansi yang biasanya diterapkan pada pengelolaan dana
masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan di departemen dibawahnya,
Seperti yang dilakukan pada pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan yayasan
sosial, maupun pada proyek-proyek kerja sama baik dalam sektor publik maupun
swasta, dimana adanya kebijakan pengelolaan dana dari pusat untuk dikelola
dengan tujuan memajukan daerah yang menjadi objek pembangunan.
§ Tujuan dari Sektor Publik
1. Memberikan
informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efesien dan ekonomis
atas alokasi suatu sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini
berkaitan dengan pengendalian manajamen.
2. Memberikan
informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan
tanggungjawab secara tepat dan efektif dengan program dan penggunaan sumberdaya
yang menjadi wewenangnya dan memungkinkan bagi pegawai pemerintah untuk
melaporkan kepada publik atas hasil oprasi pemerintah dan penggunaan dana
publik. Tujuan ini tidak bisa dilepaskan dengan akuntabilitas publik.
Dari
kedua tujuan tersebut, jelas dapat disimpulkan bahwa sektor publik dalam
menjalankan tugasnya bukan dengan tujuan mencari keuntungan, tetapi melainkan
untuk melayani masyarakat.
§ Akuntabilitas Publik
Yaitu
kewajiban pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggung jawaban
menyajikan dan melaporkan data, didalam akuntabilitas terdapat 2 macam akuntabilitas
publik diantaranya:
1. Akuntabilitas
Vertical
Yaitu
kewajiban pemegang amanah untuk memberikan pertanggung-jawaban kepada pihak
yang lebih tinggi atau dengan kata lain memberikan pertanggungjawaban kepada
atasannya.
2. Akuntabilitas
Horizontal
Yaitu
kewajiban pemegang amanah untuk memberikan pertanggung-jawaban kepada
masyarakat umum dengan kata lain pertanggungjawaban tersebut ditujukan untuk
memberikan informasi kepada publik/ masyarakat umum.
§ Dimensi Akuntabilitas Publik
1. Akuntabilitas
kejujuran dan akuntabilitas umum
2. Akuntabilitas
proses
3. Akuntabilitas
program
4. Akuntabilitas
kebijakan
§ Privatisasi
Yaitu aset pemerintah
sebagian besar dipegang oleh pihak swasta.
Pertemuan
ketiga (30 Februari 2016)
§ Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan
Organisasi
Yaitu
sebagai cara organisasi menetapkan tujuan dan sasaran organisasi, yang meliputi
aktivitas yang sifatnya strategik, taktis dan melibatkan aspek profesional,dan
aspek politik dimana perencanaan menjadi hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan
perusahaan, seperti yang dilakukan dalam perencanaan organisasi dengan membuat
anggaran dalam setiap tanggungjawabnya di sektor publik sehingga dengan adanya
perencanaan anggaran tersebut untuk menjalankan tugas disektor publik dapat
berjalan sesuai dengan tujuan sektor publik yaitu untuk mensejahterahkan
masyarakat.
§ Akuntansi Sebagai Alat Pengendalian
Organisasi
Adanya
akuntansi sebagai alat pengendalian organisasi ialah untuk menjamin bahwa
staregi dapat mencapai tujuan organisasi yang dijalankan secara ekonomis,
efesien dan efektif, karena itu perlu adanya pengendalian yang efektif dalam
menjalankannya. Pola pengendalian organisasi berbeda-beda tergantung pada jenis
dan karakteristik organisasi.
Akuntansi
publik dalam menetapkan tujuan harus sesuai dengan tujuan organisasinya secara
transparan, serta dalam menjalankannya bisa sesuai dengan proporsinya, hal
tersebut biasanya kita kenal dengan keputusan politik untuk menentukan alokasi
anggaran secara tepat.
§ Proses Perencanaan dan Pengendalian
Manajerial Sektor Publik
Dalam
proses perencanaan dan pengendalian manajerial sektor publik keduanya harus
dipertimbangkan secara bersama-sama agar dari kedua proses perencanaan dan
pengendalian tersebut terdapat tindak lanjut (follow up), hal tersebut berguna
untuk mengidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapai atau tidak sehingga
dalam pelaksanaannya terdapat pembanding antara target dan rencana.
§ 5 Tahapan Perencanaan dan
Pengendalian Pada Organisasi Sektor Publik
Jones
dan pendlebury membagi proses perencanaan dan pengendalian manajerial pada
organisasi sektor publik menjadi lima yaitu :
1. Perencanaan
tujuan dan susunan dasar
2. Perencanaan
oprasional
3. Penganggaran
4. Pengendalian
dan pengukuran
5. Pelaporan
analisis dan umpan balik
Dalam lima tahapan itu mengambarkan
adanya anggaran pembangunan, yang selanjutnya dilakukannya revisi perencanaan
operasional untuk melihat dan mengevaluasi tugas yang diberikan, yang akan
melibatkan bebarapa pihak diantaranya inspektora yaitu lembaga persatuan internal,
dan BPK yang bertugas untuk mengevaluasi pelaksanaan melalui laporan yang
diserahkan pada BPK tersebut.
§ Peran Manajemen Sektor Publik
Peran
manajemen sektor publik ialah untuk memberikan informasi yang relevan dan
handal, kepada manajer untuk menjalankan fungsi perencanaan dan pengendalian
organisasi sebagai inti akuntansi pemerintah, peran tersebut diantaranya:
1. Perencanaan
strategik
2. Pemberian
informasi biaya
3. Penganggaran
4. Penentuan
biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (changing for
service)
5. Penilaian
kinerja
Pertemuan
ke-empat (8 Februari 2016)
·
Tugas kedua :
1. Tugas
kelompok: membuat makalah dengan bahan makalah sebagai berikut:
1. PP-71
Tahun 2010, sebagai acuan pembuatan makalah
2. Materi
makalah yang dibahas:
-
PSAP 01 akrual 10102014
-
PSAP 02 akrual 10102014
-
PSAP 03 akrual 10102014
-
PSAP 04 akrual 10102014
-
PSAP 05 akrual 10102014
-
PSAP 06 akrual 10102014
-
PSAP 07 akrual 10102014
-
PSAP 08 akrual 10102014
-
PSAP 09 akrual 10102014
-
Simulasi contoh jurnal SAP akrual
3. Kemudian
makalah tersebut di posting ke blog oleh masing masing anggota kelompok.
2. Tugas
Individu
Membuat blog, dengan
isi materi kuliah dengan menyertakan Unswagati Cirebon, dan mengirim alamat
blog (link) ke e-mail mjoharudin@gmail.com, tugas di
kirimkan dimulai minggu depan dan paling lambat Sebelum UAS.
Pembahasan
Materi:
Ø Komparasi atau Perbandingan
Akuntansi Publik dengan Akuntansi Bisnis
1.
Perkembangan
pemikiran akuntansi publik dengan akuntansi bisnis
Menjelaskan
bahwa akuntansi bisnis lebih maju dibandingkan dengan akuntansi publik, baik
dari konsep, strategi atau dari hal lainnya. Dari perkembangan akuntansi
tersebut memiliki resiko masing-masing yang harus dihadapi seperti resiko
anggaran yang dilakukan sektor publik maupun dari sektor bisnis.
Perubahan
ekonomi saat ini yang telah menghadapi MEA, telah membuktikan fakta bahwa
perkembangan akuntansi di negara Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan
negara lainnya.
Didalam
perbandingan akuntansi publik dengan akuntansi bisnis seperti adanya acrual
bisnis yang dijadikan acuan dalam mengetahui asset yang dimiliki sebagi
perkembangan metode akuntansi bisnis, dan perkembangan akuntansi sektor publik
yang telah dipelajari secara terpisah. Pada intinya kedua perbandingan tesebut
memiliki tujuan agar memiliki Gord &
right goverments atau tata pemerintahan yang baik.
2.
Tujuan
Akuntansi Sektor Publik VS Bisnis
- Sektor
publlik
Memiliki inti masalah
untuk mengetahui bagaimana cara memaksimalisasi pelayanan sektor publik dan
memaksimalisasi organisasi.
- Sektor
bisnis
Memiliki inti masalah
dalam hal bagaimana cara memaksimalisasi keuntungan yang didapatkan bagi sektor
bisnis, dan memaksimalisasi organisasinya.
Dari
tujuan diatas dapat disimpulkan perbedaan orientasi pemerintah dengan bisnis, dimana
sektor publik diharapkan lebih detail, efektif dan efesien dalam mengalokasikan
anggarannya, sehingga dalam tolak ukur kesuksesan sektor publik dilihat dari
besaran anggaran dan penyerapan anggaran.
3.
Asumsi-Asumsi
Sektor Publik dan Akuntansi Bisnis
1.
Keuntungan
atau manfaat
- Sektor
publik, memiliki manfaat dalam memenuhi pelayanan publik.
- Sektor
bisnis, memiliki manfaat dengan berfokus pada laba dari bisnis yang dijalankan.
2.
Dampak
perkembangan akuntansi
3.
Organisasi
mengelola anggaran dalam lingkup besar (Dinas pendidikan, rumah sakit milik pemerinta)
dan kecil
4.
Perbedaan
sektor publik dan Bisnis(swasta)
1. Tujuan
antara sektor publik dan bisnis(swasta) yang berbeda
2. Pelaporan
pada sektor publik digunakan untuk pemakai laporan dalam mengambil keputusan
ekonomi atau akuntabilitas, sedangkan pelaporan sektor bisnis (swasta)
menyediakan informasi untuk mengetahui posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi sejumlah pihak.
3. Dalam
sektor publik lebih mengutamakan keandalan (realibility), sedangkan dalam
sektor bisnis (swasta) memiliki karakteristik kualitatif informasi yang
mempunyai nilai manfaat lebih mengutamakan relevansi.
4. Pemakai
utama laporan keuangan
1. Sektor
bisnis: investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok, kreditor, pelanggan.
2. Sektor
publik: masyarakat, para wakil rakyat dan lembaga pengawas dan pengendalian/
pemeriksa, pihak yang berpesan dalam proses donasi, investasi dan pinjaman
serta pemerintah.
3. Pihak
pengawas intern : BPK, inspektorat, Bawasda.
5. Jenis
laporan keuangan
1. Sektor
bisnis: Neraca, Laporan laba-rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan
modal
2. Sektor
publik: realiasasi anggaran dll.
6. Jenis
akun neraca
1. Sektor
bisnis: aktiva, utang + modal
2. Sektor
publik: asset, kewajiban, ekuitas (EDL, EDI, EDC)
7. Pengakuan
1. Sektor
bisnis: pos yang memenuhi definisi suatu unsur harus diakui bahwa manfaat
ekonomi berkaitan dengan pos.
2. Sektor
publik: menggunakan beasis kas untuk pengakuan pendapatan dan realisasi
anggaran
8. Standar
penyusunan laporan keungan
1. Sektor
bisnis: standar akuntansi keuangan
2. Sektor
publik: PP 24 Tahun 2006, dan standar akuntansi pemerintah peraturan
perundang-undangan lain.
9. Proses
Penganggaran
1. Sektor
bisnis: proses dan format penyusunan anggaran merupakan proses internal
manajemen perusahaan dan tidak diatur dalam standar akuntansi.
2. Sektor
publik: diatur oleh perundang-undangan,anggaran merupakan produk hukum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar