Rabu, 13 April 2016

INTERNATIONAL ACCOUNTING



INTERNATIONAL ACCOUNTING
A.      GAAP
             1.     Definisi GAAP
            (Generally accepted accounting principles – GAAP) adalah standar  yang menentukan sumber prinsip akuntansi dan kerangka kerja pemilihan prinsip yang akan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.
             2.     Prinsip-prinsip GAAP dalam pencatatan transaksi yaitu:
                            a.     Prinsip Biaya Historis,
            Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Yang dimaksud dengan harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetujui oleh kedua belah pihak yang tersangkut dalam transaksi. Walaupun tedapat kesulitan sampai saat ini prinsip biaya historis masih tetap berlaku karena data biaya historis ini dianggap paling objektif.
                              b.       Prinsip Pengakuan Pendapatan,
            Istilah pendapatan dalam prinsip ini merupakan istilah yang luas, dimana di dalam pendapatan termasuk juga pendapatan bunga, sewa, laba, penjualan aktiva dal lain-lain. Biasanya pendapatan diakui pada saat terjadinya penjualan barang dan jasa. Pendapatan dikatakan telah direalisasi jika produk, barang dagang, atau aktiva lainnya telah dipertukarkan dengan kas atau klaim atas kas.
            Pendapatan dikatakan dapat direalisasi apabila aktiva yang diterima atau dipegang dapat segera dikonversi menjadi kas apabila dapat dijual atau dipertukarkan dalam pasar aktif pada harga yang dapat ditentukan dengan mudah tanpa biaya yang signifikan
                        Namun ada sejumlah pengecualian untuk aturan ini, antara lain :
(1) Selama Produksi: pengakuan pendapatan sebelum kontrak selesai diperbolehkan untuk kontrak-kontrak konstruksi jangka panjang tertentu.
(2) Akhir Produksi: pendapatan bisa diakui setelah siklus produksi berakhir tetapi sebelum penjualan terjadi. Hal ini dapat dilakukan jika produk atau aktiva lainnya dapat dijual dalam pasar dengan harga tertentu tanpa biaya tambahan yang signifikan.
(3) Penerimaan Kas: merupakan dasar pengakuan pendapatan lainnya. Hal ini digunakan apabila tidak dimungkinkan untuk menentukan angka pendapatan pada saat penjualan karena ketidakpastian penagihan.
c.  Prinsip Penandingan,
               prinsip penandingan adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena  biaya tersebut. Ini berguna untuk menentukan besar penghasilan bersih setiap periode. Kesulitan prinsip ini, contoh: biaya administrasi dan umum tidak dapat dihubungkan dengan pendapatan perusahaan. Salah satu akibat dari prinsip ini adalah digunakannya dasar waktu dalam pembebanan biaya. Biaya pada umumnya diklasifikasikan menjadi dua kelompok:
1. biaya produk
2. biaya periode
Contoh biaya produk : Bahan baku, tenaga kerja, dan overhead yang melekat pada produk.
Contoh biaya periode: gaji pejabat dan biaya administratif lainnya yang terjadi selama periode yang bersangkutan. Pada biaya periode tidak memiliki hubungan langsung antara biaya dan pendapatan. Sedangkan biaya produk memiliki hubungan langsung antara biaya dan pendapatan.
d.  Prinsip Konsistensi,
               Bertujuan agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun, sehingga bila terdapat peebedaan antara suatu pos dalam dua periode, dapat segera diketahui bahwa perbedaan itu bukan selisih akibat penggunaan metode yang berbeda.
e.  Prinsip Pengungkapan Penuh,
               Yang dimaksud dengan prinsip pengungkapan penuh adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Karena informasi yang disajikan itu merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi dalam suatu periode dan juga saldo-saldo dari rekening tertentu. Pengungkapan penuh (full disclosure) mengharuskan laporan keuangan dirancang dan disusun untuk menggambarkan secara akurat kejadian-kejadian ekonomi yang telah memengaruhi perusahaan selama periode berjalan dan supaya mengandung informasi yang mencukupi guna membuatnya berguna dan tidak menyesatkan bagi investor.
               Prinsip pengungkapan penuh mengimplikasikan bahwa tidak ada informasi atau substansi atau kepentingan bagi kebanyakan investor yang akan dihilangkan atau disembunyikan. Tetapi, pengungkapan penuh adalah konsepsi terbuka yang masih meninggalkan beberapa pertanyaan yang belum terjawab atau terbuka terhadap interpretasi yang berbeda.
Informasi tentang posisi keuangan, laba, arus kas, dan investasi dapat ditemui dalam salah satu tempat berikut:
(1) dalam bagian utama laporan keuangan, yang terdiri atas neraca,           laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan ekuitas pemilik.
(2) catatan atas laporan keuangan. Bertujuan untuk memperkuat atau        memperjelas pos-pos yang disajikan dalam bagian utama laporan          keuangan.
(3) Informasi suplementer, dapat mencangkup rincian atau jumlah yang    merupakan perspektif yang berbeda dari yang dipakai dalam laporan     keuangan. Informasi ini dapat berupa informasi kuantitatif yang sangat relevan tetapi reliabilitasnya rendah.
3. Aplikasi GAAP
          Pengguna laporan keuangan lebih memilih menggunakan biaya historis karena memberikan tolak ukur yang dapat dipercaya untuk mengukur tren historis. Akan tetapi, informasi nilai wajar mungkin lebih berguna bagi jenis aktiva dan kewajiban tertentu serta dalam industri tertentu. Sebagai contoh, perusahaan melaporkan banyak instrumen keuangan, termasuk derivatif, pada nilai wajarnya, dan persediaan pada yang terendah anatara harga pasar atau biaya. Industri tertentu, seperti Brokerage Houses dan Reksadana, menyusun laporan keuangan dasarnya atas dasar nilai wajar.






B.  IFRS
1. Definisi IFRS
                        IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
2. Aplikasi IFRS
                            1).       Adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interen perusahaan untuk periode - periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
                                      a.     Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
                                     b.     Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
                                      c.     Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.
  2).   Memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka       panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.
3.  Prinsip IFRS
1.    Berdasarkan pendekatan makro ekonomi, praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
2.    Berdasarkan pendekatan mikro ekonomi, akuntansi bekembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3.    Berdasarkan pendekatan independent, akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4.    Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.

C.   IAS
1.    Definisi IAS 
               IAS adalah independen, standar akuntansi yang didanai swasta-setter yang berbasis di London , Inggris. Dan harmonisasi laporan keuangan perusahaan yang terdaftar dalam rangka menjamin perlindungan investor. Dengan menerapkan aturan akuntansi internasional, menetapkan untuk menjaga kepercayaan di pasar keuangan saat memfasilitasi perdagangan lintas-perbatasan dan internasional efek.
2.  Aplikasi IAS
                Menyelaraskan informasi keuangan yang disajikan oleh perusahaan. Tujuannya adalah untuk memastikan tingkat yang lebih tinggi transparansi dan komparabilitas laporan keuangan.
D.   IASC
1.    Definisi IASC (International Accounting Stadard Committe)
               adalah lembaga yang bertujuan merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di seluruh dunia, serta bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan (Choi & Mueller, 1998).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar