Akuntansi Dasar
J Macam dan Jenis Perkiraan atau Akun dalam Akuntansi : Harta / Aset /
Aktiva, Kewajiban / Hutang / Pasiva
dan Modal – Akutansi
4. Harta Tetap / Aktiva Tetap / Fixed Assets
Harta tetap
adalah harta yang menunjang kegiatan operasional perusahaan yang sifatnya
permanen kepemilikannya.Contoh : Gedung, mobil, mesin, peralatan dan
perlengapan kantor, dan lain-lain.
5. Harta Lainnya / Other Assets
Harta lain
adalah perkiraan atau akun yang tidak dapat dikategorikan pada harta atau aset
di atas baik dalam bentuk aset tetap, aset investasi, aset tak berwujud dan
aset lancar.
Contoh : Mesin rusak, uang jaminan, harta yang masih dalam proses kepengurusan yang sah dll.
Contoh : Mesin rusak, uang jaminan, harta yang masih dalam proses kepengurusan yang sah dll.
B. Kewajiban / Hutang / Pasiva /
Liabilities
Hutang
adalah kewajiban perusahaan pada pihak ketiga untuk melakukan sesuatu yang pada
umumnya dalah pembayaran uang, penyerahan barang maupun jasa pada waktu-waktu
tertentu.
1. Hutang Lancar / Kewajiban Lancar / Current Liabilities
Hutang
lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam tempo satu tahun.
Contoh : hutang dagang, beban yang harus dibayar, hutang dagang, hutang pajak, pendapatan diterima di muka, dan lain sebagainya.
Contoh : hutang dagang, beban yang harus dibayar, hutang dagang, hutang pajak, pendapatan diterima di muka, dan lain sebagainya.
2. Hutang
Jangka Panjang / Long-Term Liabilities
Hutang
jangka panjang adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih
dari setahun.
Contoh : Hutang hipotek, hutang obligasi yang jatuh tempo lebih dari setahun, hutang pinjaman jangka panjang, dan lain sebagainya.
Contoh : Hutang hipotek, hutang obligasi yang jatuh tempo lebih dari setahun, hutang pinjaman jangka panjang, dan lain sebagainya.
3. Hutang
lain-lain / Other Payable
Perkiraan
atau akun ini digunakan untuk mencatat hutang lain yang tidak termasuk pada
hutang lancar dan hutang jangka panjang. Contoh : uang jaminan, hutang pada
pemegang saham, dan lain sebagainya.
C. Modal / Capital
Modal adalah
hak milik atas kekayaan dan harta perusahaan yang berbentuk hutang tak terbatas
suatu perusahaan kepada pemilik modal hingga jangka waktu yang tidak terbatas.
Rumus modal adalah harta atau aset dikurangi dengan kewajiban atau hutang. Contoh
Modal : modal disetor, prive, modal komanditer, laba ditahan, agio saham, saham
preferen & biasa, simpanan-simpanan, sisa hasil/ shu
Tambahan
: - Rumus Aktiva —> Aktiva =
Kewajiban + Modal
J Proses Akuntansi Dasar – Klarifikasi, Pencatatan, Merangkum, Interpretasi
Dan Pelaporan – Pengetahuan Dasar
Akutansi
Akutansi
memiliki proses yang terdiri dari tahapan-tahapan untuk dapat menghasilkan
laporan yang diinginkan dan dilakukan oleh akuntan.
1. Proses Mengklarifikasi Transaksi
Tahap yang awal ini adalah di mana
dilakukan suatu pembagian transaksi suatu organisasi atau perusahaan ke dalam jenis-jenis
tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Contoh
seperti membagi transaksi yang masuk ke dalam penjualan, pembelian, pengeluaran
kas, penerimaan kas dan lain sebagainya ke dalam masing-masing bagian.
Sedangkan untuk transaksi yang jumlahnya kecil dan jarang terjadi bisa
sama-sama dimasukkan ke dalam jenis kategori yang sama yaitu transaksi
rupa-rupa.
2. Proses Mencatat Dan Merangkum
Setelah melakukan pengklarifikasian
data selanjutnya adalah melakukan pencatatan. Masukkan transaksi yang ada ke
dalam jurnal yang tepat sesuai urutan transaksi terjadi atau kejadiannya.
sumber-sumber yang dapat dijadikan bukti adanya transaksi yaitu seperti
kertas-kertas bisnis semacam bon, bill, nota, struk, sertifikat, dan lain
sebagainya. Jurnal yang umumnya ada pada jurnal akuntasi yaitu seperti jurnal
penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas dan
jurnal umum.
Setelah
transaksi dimasukkan ke dalam jurnal-jurnal yang ada, maka selanjutnya adalah
memasukkan jurnal ke dalam buku besar secara berkala. Hasil pemindahan ke dalam
buku besar tersebut akan terlihat dari rangkuman neraca percobaan.
3. Proses Menginterpretasikan Dan
Melaporkan
Setelah kedua proses di atas
dijalankan, maka proses yang terakhir adalah melakukan pembuatan kesimpulan
dari kegiatan atau pekerjaan laporan keuangan sebelumnya. Segala hal yang
berhubungan dengan keuangan perusahaan diungkapkan pada laporan keuangan
tersebut.
Dari
informasi laporan keuangan baik dalam bentuk laporan rugi laba, laporan modal
dan neraca seseorang dapat mengetahui apa yang terjadi pada suatu perusahaan,
apakah sudah sesuai dengan tujuan perusahaan dan informasi tersebut dapat
menjadi acuan atau pedoman bagi manajemen untuk mengambil keputusan kebijakan
pada organisasi perusahaan demi mencapai kondisi yang diinginkan.
J Pengertian akuntansi keuangan
Akuntansi keuangan adalah akuntansi
yang terutama menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang
ditujukan pada pihak-pihak luar, seperti pajak, pemegang saham, dan lain-lain. Contoh
laporan keuangan adalah: Neraca, Laporan laba rugi, Laporan perubahan modal.
- Tujuan Akuntansi keuangan untuk menyajikan informasi keuangan bagi pemakai di
luar perusahaan, contohnya seperti pemegang saham, kreditor, analis keuangan,
karyawan, instansi pemerintah dan lainnya. Sementara itu, tujuan masing-masing
pemakai laporan keuangan dari pihak luar perusahaan adalah bentuk hubungan atau
kerjasama yang akan mereka ambil di masa depan dengan perusahaan penerbit
laporan keuangan, singkatnya para pemakai
laporan keuangan menggunakan laporan keuangan tidak bertujuan untuk mengambil
keputusan mengenai perusahaan, namun lebih pada untuk mengambil keputusan jenis
dan sifat hubungan seperti apa yang akan di lakukan dengan perusahaan penerbit
laporan keuangan di masa yang akan datang.
- Untuk lingkup informasi, pada laporan Akuntansi Keuangan umumnya menyajikan
informasi keuangan tentang perusahaan secara keseluruhan.
1. Neraca
(laporan posisi keuangan)
yang menyajikan aset, kewajiban (liabilitas),
dan modal perusahaan secara keseluruhan.
2. laporan
Rugi-Laba (laporan laba-rugi komprehensif)
yang menyajikan hasil kegiatan dari
perusahaan secara keseluruhan.
- Karena tujuan laporan keuangan untuk pemakai dari luar perusahaan, maka informasi yang ada dalam
laporan keuangan lebih berbentuk ringkasan (summary) dan menggambarkan
keuangan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini sangat penting untuk pengguna
laporan keuangan yang berasal dari luar perusahaan sebagai perluasan dari
informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan.
- Ditinjau dari fokus informasi, Akuntansi Keuangan berfokus pada informasi masa lalu (historical).
Akuntansi Keuangan menggambarkan suatu bentuk pertanggungjawaban dana yang
sebelumnya dipercayakan oleh para penyedia dana dari pihak luar perusahaan
kepada manajemen perusahaan.
- Dari segi rentang waktu, Akuntansi Keuangan menghasilkan laporan yang kurang
fleksibel dan hanya mencakup jangka waktu tertentu, seperti misalnya periode
satu tahun (annual), periode setengah tahun (interim), periode
satu kuartal, atau periode satu bulan.
- Untuk kriteria bagi informasi Akuntansi Keuangan, merupakan prinsip-prinsip akuntansi
yang lazim atau berterima secara umum. Prinsip-prinsip tersebut merupakan hasil
dari perumusan organisasi yang berwenang seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
dan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) sebagai hasil dari tuntutan
pemakai laporan keuangan yang berasal dari pihak luar perusahaan. Pemakai
laporan keuangan dari pihak luar perusahaan tidak mempunyai pengetahuan
langsung tentang praktik dalam perusahaan, laporan keuangan merupakan
satu-satunya media komunikasi antara pihak luar dengan manajemen, karena itu
laporan keuangan dari Akuntansi keuangan memerlukan suatu standarisasi bentuk
laporan keuangan agar pengguna laporan keuangan dari pihak luar dapat
membandingkan berbagai laporan keuangan dari beberapa perusahaan yang berbeda
sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan tentang hubungan yang
akan diambil dengan perusahaan di masa datang.
- Sifat informasi dari Akuntansi Keuangan memerlukan tingkat ketepatan yang tinggi, objektif,
dapat diuji kebenarannya, dan juga akurat, karena para pemakainya adalah
pihak-pihak dari luar perusahaan yang menggunakan laporan keuangan sebagai
bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan. Untuk mendapatkan tingkat
ketepatan tersebut perusahaan terkadang menggunakan jasa dari pihak ketiga yang
bebas dari kepentingan apapun untuk memberikan pendapat tentang laporan keuangan
perusahaan, yaitu auditor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar